A.R.O.M.A

Cerpen, Portofolio

Apakah seseorang yang suka atau membenci kopi ialah orang yang sudah pasti punya cerita tentang kopi? Aku?

***

Selasa, 21 Oktober 2014

Kopi! Ya, aroma bubuk kopi mulai tercium dari pintu rumah. Hanya kopi hitam biasa. Kopi Liong, tahu? Kopi khas Bogor itu.

Hari ini rumahku kedatangan banyak tamu. Tamunya ayah. Mulai dari rekan-rekan, kerabat, saudara dan yang lain. Tentu saja mereka kesini untuk bertemu ayahku. Sebenarnya aku terlambat datang, karena aku berangkat dari kampus dan orang-orang itu lebih dulu sampai. Tapi, sepertinya akan lebih dari itu.

Semenjak ada dirimu

Relationship

“Mengapa kita tidak bersama dari dulu? Agar aku sadar betapa indahnya dunia ketika bersamamu.”

Entah apa yang membuatku memilih mu saat itu. Pastinya tidak mudah menemukan yang pas untukku. Belum lagi aku harus dapat persetujuan dari mama soal pilihanku. Kurasa, kau lah yang paling cocok saat itu. Dengan jahatnya membuat pesaing lain tersingkir dan harus mundur kembali. Ya mereka akan menemukan jodohnya masing-masing kok. Dan ‘kau’lah yang ditakdirkan untukku.

Bukan hanya yang enak dilihat, kita juga harus sangat berhati-hati dalam memilih. Bakalan nyaman ga kira2? Cocok ga? Orang tua ridho ga?  Antara satu dengan yang lain terkadang bedanya tipis. Balik lagi, kita lebih cenderung ke yang mana. Maunya sama yang mana. Sampai kepada Bismillah, aku pilih kamu.

Namun untuk memilikimu ternyata tak semudah itu.. Hahahaha walau ternyata kita ditakdirkan untuk saling memiliki, prosesnya itu loh ya ga kayak bikin mie instan.Mereka selalu bertanya, apakah aku yakin dengan apa yang aku lihat? Apa aku yakin dengan pilihanku? Sempat ku ragu. Ya, ketidaksempurnaan yang ada nanti bisa disesuaikan dan aku terima resikonya. Wong itu pilihan ku. Seenggaknya aku yakin kamu bisa melengkapi kekuranganku.

Gamau main-main kayak dulu. Sekarang serius, karena ini keputusan besar!

Dan akhirnyaaaa yeay! Sah! Kau resmi jadi milikku! huahahahahahaa legaa~ sempet deg-degan nunggunyaa. Tapi seneng banget abis itu :’

Awal kehadiranmu, sedikit membuatku pusing dan bingung. Ya mungkin aku belum terbiasa. Setelah beberapa hari berlalu aku mulai nyaman kok. Hehe.

Tapi aku baru sadar, kaca yang sebelah kiri harusnya ditambahin silinder juga. Terus kayaknya minusnya kurang sedikiit lagi. Padahal yang kanan udah perfecto. Pusing dan bingung deh jadinya. Gemes banget. Tapi seenggaknya, dunia bener-bener jadi lebih indah.. Bisa baca tulisan di papan tulis :’) Ga ngeblur~ Terus gaperlu nyipit2in mata dan ngerepotin ustadzah buat diktein wkwk.

____________________________________________

Belum dua minggu kita bersama… aku dibangunkan mama pagi itu
“Mba, kacamata kamu patah..”
Ya.. Ampun…

Ternyata kita belum ditakdirkan bersama, segera kutemukan penggantimu! hahahahah!

I Just Need a Hug

Hope

My dad is a person who always give a hug and kisses to his family member. Include me. After my dad passed away, I just realise if there is no more hug for about 2 years… I never get a hug from my mom, even on the night when my dad was died. Wow. My life just become so different, also my heart. I feel so empty, weak, and lonely.