Esther & Grey

Conversation, Thought

Incoming Call

Esther: “Hallo, Esther di sini. Dengan siapa aku berbicara?”

Grey: “Hai, ini Grey…”

Esther: “Ugh. Ada apa kau menelpon?”

Grey: “Soal kau memblokir aku-,”

Esther: “Kenapa? Kau tidak suka? Kau mau protes?”

Grey: “Tidak, tidak. Aku ingin minta maaf, aku menyesal. Tidak seharusnya aku membalas pesanmu sesingkat itu dan mengakhirinya begitu saja.”

Esther: “Kau kan tahu risiko dari kalimatmu Grey. Lalu mengapa kesalahan itu kau ulang? Bahkan kali ini lebih buruk. Aku secara cuma-cuma memberikan risiko itu padamu dan kau kembali menyesalinya, merasa bersalah. Buat apa aku terus mendengarmu tapi kau tak mau melakukan hal sama untuk kasus ini?”

Grey: “Iya aku tahu. Kita sudah melebihi batas waktu, Esther. Aku rasa saat itu sudah terlalu larut-,”

Esther: “Waktu yang menjadi alasanmu? Kau bahkan tidak bilang untuk menundanya dan melanjutkan esok harinya. Kukira banyak pelanggaran waktu yang sudah kita lakukan, Grey, dan pelanggaran kali ini membicarakan hal yang jauh lebih penting, jauh lebih sensitif, jauh lebih futuristik dari yang kemarin-kemarin. Kau tahu betul itu. Itu baru lewat sepuluh menit, hanya butuh lima menit lagi bagimu untuk menjadi lebih manusiawi. Sementara sebelumnya, dengan kasus yang tidak lebih penting. Kita malah melewati batas waktu selama berjam-jam, sampai berganti hari. Apa susahnya bagi orang sepertimu yang katanya butuh aku? Kau hanya menambah jarak itu, Grey.

Grey: “Es..-,”

Esther: “Aku sudah memikirkan dengan serius setiap kata yang aku tulis, dan aku memintamu menunggu untuk itu. Selembar penuh dengan bahasa asing. Kau selalu bilang kau paham, sampai kau sadar bahwa kau tidak benar-benar memahami semua itu ketika penyesalan itu datang. “

Grey: “Aku menyesal Esther, semua salahku.”

Esther: “Rebecca sudah mengatakan sedikit tentang penyesalanmu. Aku selalu lebih dulu memaafkanmu tanpa kau minta. Aku hanya merasa sedang tidak perlu melihatmu dan Carlos untuk sementara. Oh iya, aku juga memblokir Carlos.”

Grey: “Ah… Iya, Rebecca sudah memberitahu soal Carlos. So, Esther. Aku memintamu kembali, kembalilah.”

Esther: “Maafkan aku Grey. Seperti yang ku bilang, how can I get in to an organization which is the leader want to fight against my mom? Aku tidak bisa Grey. Tolong, mengertilah. Eh, sudah dulu ya. Ada banyak pekerjaan menunggu.”

Grey: “Ah, mestinya aku tidak menanyakan itu lagi. Hehe. Sekali lagi aku minta maaf, ya. Dan tolong sampaikan permohonan maaf kami ke ibumu.”

Esther: “Soal itu, lebih baik kalian menyampaikannya sendiri. Okay, bye Grey.”

Grey: “Oh, baiklah. Bye Esther!”

Call ended.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s