Cukup

Portofolio

Maka setelah ini, cukuplah kisahmu aku yang simpan. 

Tiada lagi  yang perlu tau bagaimana itu kukenang. 

Tiada penikmatmu selain aku. 

Maka sampai sini kita cukupkan. 

Sampai jumpa di masa depan. 

Apa? 

Portofolio

Ada dia, yang terus menerus membuatmu meneteskan airmata. Padahal jelas dia sama sekali tak mau menghapusnya. 

Ada dia, yang terus menerus berbicara untuk kau dengar. Padahal cerita mu saja sama sekali tak tampak menarik baginya.

Hai manis, bukankah yang kau cari adalah dia yang dapat mengusap air matamu tanpa membuatmu menangis lebih dulu? 

Hai cantik, bukankah yang kau cari adalah dia yang yang selalu bersedia mendengarmu, menunggu kisahmu walau hanya keluh kesah hari itu? 

Maksudku di sini adalah kalian saling menulis kisah. Bukan yang satunya menguntungkan, satunya merugikan. Apa, Mir? Iya itu, kau tak hanya menjadi buku catatan harian baginya dan kau tak hanya menjadikan dia buku yang selalu menarik untuk kau baca. Namun juga sebaliknya. 

Biarkan saja. Mungkin itulah bagaimana untuknya kamu tercipta, dan bagaimana untukmu dia tercipta.