Dia, Akhirnya Memesona

Portofolio

“Kau tahu apa yang memesona? Ketika aku, akhirnya merasakan satu kebaikan darinya. Tak peduli apa niatnya dan apa maksudnya. Kemudian dia melakukannya lagi dan lagi. “

Kau tahu apa yang mengejutkan? Ketika dia mau memberikan benda konyol yang kuminta dan benda suci yang tidak pernah kuminta. Tak peduli apa maksudnya, terpaksa atau membalasku saja. Kemudian kedua barang itu menjadi yang paling sering aku genggam dan aku baca.

Jika ada yang bertanya rasanya apa, aku lebih sibuk memikirkan bagaimana bisa? Mengapa?

Ya, bahagia kurasa melihatnya lebih memanusiakan manusia. Pertama sepanjang sejarah mengenalnya.

Kalau kita pikir itu hanya formalitas balasan dia secara cuma-cuma. Ya, bukankah tetap Allah yang membuat dia melakukannya?

Sajak-sajak ini, mematahkan sajak-sajak lalu. Ketika aku susah payah mencari kebaikan yang memesona.

Sajak-sajak ini, menjadi bukti. Bahwa manusia bisa berubah atas izinNya.

Meski dari segi kuantitas antara plus dan minus jauh dari setara.

Tapi, kualitas plusnya aku anggap melebihi minusnya.

Setidaknya, ada hal yang dapat mengguyur kepala agar tetap dingin dan menenangkan hati agar tetap manis jika mereka semua mulai dihantui trauma-trauma dulu kala. Meski seadanya.

Akhirnya.

Tapi, apa sudah cukup, Adelia?

Biar waktu yang menjawabnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s