Bagiku ‘kamu’ Spesial 

Cerpen, Portofolio

Ini malam pertama mereka, lelah, seharian mempertahankan wajah ceria pada ribuan orang yang datang.

Waktunya tidur, sayangnya kasur di sini ukurannya small. Tanggung, memang darurat. Sementara mereka berdua tidak kecil.

Kemudian… 

“Lo tidur gimana si ih kakinya kemana-mana. Udah tau sempit!” Amir ngomel-ngomel ke Alfo yang tidurnya tidak rapih.  Alfo terduduk menghadap Amir.

“Ya ampun, Miraa. Sini sayang.”

“Ya Allah, iyak…  Sayang.. Ya ampun.” gumam Mira dalam hati yang kaget campur bingung dan merinding kalau sekarang sudah boleh ngomong “sayang”. (Sebenarnya saat ini semua baginya mulai menjadi merinding yang nyata.)

“Miir, mulai sekarang, kita belajar ngomong pake aku kamu yaak…” pinta Alfo sambil menyubit kedua pipi semi gembilnya Mira. “Biasain ya… Kamu pasti bisa.”

“Ya ampun…  ‘kamu’…. Rasanya aneh..” bayang Mira geli terlihat dari ekspresinya.

“ha… Iya…. Ah, lupa. TT maafin aku ya… Ih terus gue, eh,  aku sekarang panggil kamunya apa? Kamu manggil aku apaan?”

“wkwk, iya gapapa kok. Sama-sama belajar. Hmm apa ya… Mas sama adik aja gimana?”

“Whoa… Mas Alfo sama dik Mira 😱, keren. Iya oke yaudah.”

“Oke, clear ya. Sekarang kita bobo yuk.. “

“iya, tp kamu bobonya yang bener.. Mas.. Wkkw mas wkwk mas 😂.”

“iyaakk. Udeh ah, wkwk. Sunnah sebelum tidurnya udah kan? Oke. Ayo sini sama mas, dik. Wkwk.”

“aaa~ oiya mas, aku punya ide…”

“apaa?”

“besok yang keceplosan ngomong gue elu denda ya goceng, per kata :v”

“oke! Deal! Pasti kamu yang paling banyak dendanya. Wkwk.”

“yeuu, enak aja. Awas yak, kita lihat”

“wkwkwk”

Dan tawa menutup malam mereka hingga terlelap.

.
Paginya saat terbangun…

Good morning, dear!! Bangun, bangun, bangun. Tahajjud!” sambil mengobrak-abrik pipi Alfo. Padahal Mira sedang berusaha stay cool dari bangun yang kaget ada makhluk baru di sebelahnya. “Oh, ternyata begini rasa pipinya. So fluffy,” katanya dalam hati.

“hoamm.”

“hayo, masih sipit-sipit. Duduk dulu jangan langsung berdiri biar ga pusing”

“ahiyaa. Jazakillahu khayra, sayang.

Eh, Mir, Mir, Mir. Lu tau gak gua mimpi apa sema…” oh tidak, Alfo menepuk jidatnya. Amira menyodorkan tangannya.

Goceng pertama hari ini~ 😏

Iyak, bagi seseorang yang sehari-harinya biasa menggunakan gue-elu (saya-anda, ane-ente, dsb.) pada orang tertentu (lawan jenis) demi keamanan. Aku-kamu menjadi spesial dan bernilai. Itu juga tanda akan adanya perubahan yang berarti. Maknanya dalam.

Jadi, bagi Amira, ‘kamu’ itu spesial.
Wkwkw

×××××××××××

Yow, all the readers! Apa kabs? Cerpen kali ini merupakan refleksi kekonyolan yang mungkin terjadi setelah menikah nanti (aamiin) yang sempat terbayang di pikiran saya. Jadi nama ciwinya pakai nama sendiri. Wkwk. Ngetiknya juga ketawa sendiri dan bikin temen yang diajak diskusi juga ketawa ngebayangin.

Nikmati saja lah, ya. Gimana, yang tahu saya? Kira-kira mungkin tidak ya hal itu terjadi? Wkwk, kita lihat nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s