Bolehkan Aku Memeluk Erat, Alfonso? 

Cerpen, Portofolio

Kemudian aku masuk dan menutup pagar, mengintip rodamu berlalu pulang. Menitip dirimu pada Yang Maha Penyayang. Rindu, hati-hati di jalan.

Kalau sudah rindu, berat. Tapi tak apa, kita memang harus rehat dari maksiat untuk taat. Balasannya akan datang di waktu yang tepat. Jika kamu bisa tahan, kamu termasuk orang hebat. Iya, ketika ada 1000 jalan untuk bermaksiat, demi ridha Allah kau lillah untuk taat. Kau, hebatku. Kelak, kau penguat taatku. 


Segera kuhampiri dirimu yang masih duduk di atas motor. Malam itu kau sudah di depan rumahku untuk mengambil beberapa buku bahasa Arab milik Gatra yang kupinjam.  Kurasa kau mulai serius belajar bahasa Arab. Seperti biasanya, pandanganmu selalu tunduk, tak mau menatap. Tapi kulihat ada yang berbeda. Terlukis guratan kelelahan lengkap dengan peluh pada wajahmu.

A.R.O.M.A

Cerpen, Portofolio

Apakah seseorang yang suka atau membenci kopi ialah orang yang sudah pasti punya cerita tentang kopi? Aku?

***

Selasa, 21 Oktober 2014

Kopi! Ya, aroma bubuk kopi mulai tercium dari pintu rumah. Hanya kopi hitam biasa. Kopi Liong, tahu? Kopi khas Bogor itu.

Hari ini rumahku kedatangan banyak tamu. Tamunya ayah. Mulai dari rekan-rekan, kerabat, saudara dan yang lain. Tentu saja mereka kesini untuk bertemu ayahku. Sebenarnya aku terlambat datang, karena aku berangkat dari kampus dan orang-orang itu lebih dulu sampai. Tapi, sepertinya akan lebih dari itu.

Teman Profesional

Cerpen, Portofolio, Relationship

12 Agustus 2016.

“Sorry, this content isn’t available right now. The link you followed may have expired, or the page may only be visible to an audience you’re not in.”-Facebook

Aku penasaran, apakah ini benar-benar akhir dari kita? Atau mungkinkah di masa depan, akan ada bab baru untuk kita? Ku kira hanya aku yang merasa perlu mengakhiri ini dan hanya aku yang bisa mengakhirinya. Tapi ternyata kau bisa melakukan satu langkah yang terlampau jauh. Aish, facebook ku kamu blokir?

***

Hei boy! Mau berapa kali buatku menangis? Kau sudah cukup gila ya waktu itu, seenaknya saja bicara. Seketika hidupku seperti sinetron. Ingat kan apa yang kau lakukan saat itu?

“John, jadi gini. Ada cewek nih yang suka sama lu..”
“Oke, tunggu-tunggu. Maksudnya apa nih?” jawab John