Belajar 

Portofolio

You know, it’s not that easy. You said you need more time but you do not give them an answers soon. So they’re just confused with their own assumption. 

You need to learn a lot. Don’t do the same mistake. Also don’t be like them who hurt you in the past. 

You are in total confusion right now. Go back and move up. Be smart, be wise.

Don’t make them wait if you don’t want to wait. 

Don’t make them fall in love with you if you don’t want to become their lover. 

Stop saying stupid words. Give them your personal answers. 

You know you always excited in your first of everything. Sometimes until your mind is covered up with your feeling. 

Even though this is your first, you should remember to be smart. But it’s already happened. Don’t repeat in your second. 

I know you do not want to break anyone’s heart. But, this is the consequences if you do that in a wrong way.

Introspection. Ask a forgiveness to Allah repentantly. 

What? You don’t know how to say a word to them? Yeah, me too. But you must do that. 

The conclusion is, on this semester, you really need to focus. Swipe away them from every aspect in your life. Study, learn, ‘ilm, da’ wa, qur’an, parent, family, friends. Focus.

It’s okay, no hurry. There is always a best time for everything. Be calm, be better, and pray. Try? Haha, soon, I will fight.

Advertisements

Cinta: Nikmat tapi Maksiat atau Nikmat tapi Taat?

Portofolio

Bismillah.
Assalamu’alaykum bro and sist! Gue bukan pakar tapi gue cuma mau ngajak kalian belajar, gue juga belajar lah, yuk!

It’s all about love between men and women.
Are you already on the right path in love?

Tetaplah Jadi Baik

Portofolio

Bismillah. Assalamu’alaykum all the readers, whazzup? Amira alhamdulillah. 

Gengs. Kalian pasti pernah dong, menemukan di sekitar kalian orang-orang baik atau minimal mendengar cerita tentang mereka (contohnya para Nabi). Tak hanya cerita mengenai baiknya mereka saja, namun juga kisah nyata mereka dan ujian yang mereka hadapi sehingga kalian bisa menyebutnya sebagai orang baik. Atau mungkin, kalian juga yang mendapat perlakuan baik dari mereka, kalianlah teman curhat mereka? Dan mungkin juga, jangan-jangan kalianlah orang baik tersebut? Maa syaa Allah aamiin, semoga Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan dan menjaga hati kita dari kesombongan. 

Bukan apa-apalah diri kita, karena kebaikan sekecil apapun itu tetap datangnya dari Allah. 

Okay. ​Ujian orang-orang baik tak jarang kita lihat begitu berat. Kadang sampai ada dari mereka yang berpikir (ketika didzalimi) “salah ya jadi orang baik?” padahal mereka melakukan kebaikan itu begitu saja. Otomatis dilakukan, tidak dibuat-buat. Begitu tulus, bahkan polos seperti anak kecil. Mereka menolong hanya karena mereka ingin menolong, mereka memudahkan hanya karena ingin memudahkan, mereka baik pada setiap orang hanya karena mereka berprasangka baik. 

Kadang juga meski terus tersakiti dan semua orang sudah meminta dia berhenti melakukan hal baik agar tidak tersakiti, dia tetap melakukannya. Karena dia percaya bahwa setiap orang juga bisa jadi baik. “Kamu itu terlalu baik!” begitulah kita katakan. 
Sehingga kita heran ketika salah satu dari mereka mendapatkan ujian, kita bertanya-tanya. Mengapa ujian mereka begitu berat? Mengapa orang-orang di sekitarnya mendzalimi dirinya? Mengapa orang-orang itu tega melakukan hal tersebut padanya? Mengapa orang baik sering disakiti? Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Padahal semua orang juga mendapat ujian. 

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

وَاِذَا عَظُمَت المِحْنَةُ كَانَ ذَلِكَ لِلْمُؤْمِنِ الصَّالِحِ سَبَبًا لِعُلُوِّ الدَرَجَةِ وَعَظِيْمِ الاَجْرِ

“Cobaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang sholih untuk meninggikan derajatnya dan agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar.”



Al Munawi mengatakan, “Jika seorang mukmin diberi cobaan maka itu sesuai dengan ketaatan, keikhlasan, dan keimanan dalam hatinya.

Al Munawi mengatakan pula, “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta. Betapa banyak orang sholih (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. … Dan masih banyak kisah lainnya.”
Semakin kuat iman, semakin berat cobaan, namun semakin Allah cinta. 

Bahkan tak jarang setelah waktu berjalan, kita melihat orang-orang baik itu semakin gemilang. Meski ada juga yang masih berkutat dengam kesabaran.

Iya, sabar. 

Ganjaran bersabar sangat luar biasa. Ingatlah janji Allah,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).” (QS. Az Zumar: 10).

Allah selalu menguji orang baik dengan ujian yang hebat-hebat. Yang membuat mereka semakin kuat dan semakin hebat. Yang nanti Allah akan kasih janji kebahagiaan atau balasannya kelak.

Begitulah.

Maka tetaplah jadi orang baik, atau setidaknya terus jadi lebih baik. Berusahalah jadi orang baik. Contoh mereka yang kau lihat ada kebaikan padanya.

Selalu bersabar, karena Allah punya ganjaran. 

Dan, tolong dipastikan, yang harus benar-benar dicamkan. Jangan sampai kita malah menjadi salah satu yang mendzalimi orang-orang baik tersebut. لا. 

Selalu doakan, yang mendzalimi diberikan hidayah serta kelembutan hati. Karena Allah yang bolak-balikkan hati. Jika kita pernah, segeralah bertaubat. Segera berubah jadi hamba yang taat. 

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari hal-hal yamg tidak diridhai-Nya. Aamiin. 

🙂 

-Dhana Salsabila

Referensi: https://rumaysho.com/678-seseorang-akan-mendapat-ujian-sebanding-kualitas-imannya.html

Di Bawah Payung Langit

Portofolio

“Terkadang aku menangis karena takut akan matinya hati. Takut karena banyak tertawa. Takut tiba-tiba tidak bisa menangis lagi.

Aku menangis untuk kembali menghangatkan hati. 

Payahnya aku masih saja banyak tertawa padahal tahu setelah itu akan menangis meski tidak tahu akan menangisi apa. 

Nyatanya, ada saja penyebabnya. Dan memang harus menangis, agar tidak mati. 

Hai tawa, jangan sampai lebihmu membuatku menyesalimu. Maka dari itu, sampai saja pada batas cukup. 

Jika ada lebihnya, ku tahu kau membawa yang lain menyusul di belakangmu. Iya, tangis-tangis itu. 

Tapi terimakasih, jika aku masih bisa menangis. 

Aku hanya takut hatiku mati kemudian tangis terhenti.” – Clara, di bawah payung langit. 

Dia tutup buku itu, kemudian membalikkan tubuh terlentang di bawah bintang-bintang. Dengan bukunya dalam dekapan. Menarik napas panjang, dan mengeluarkannya penuh tekanan bersama beban. 

Malam yang dingin, Clara terbaring di atas genting. 

“langit yang selalu indah,” gumamnya. 

Airmatanya tumpah perlahan, meski malam itu dingin. Dia sedang berusaha menghangatkan hatinya. 

“ya Allah, maafkan aku.”  

Di bawah payung langit, dia bermuhasabah. 

Di bawah payung langit, salah satu tempat mewah. 

Setelah di atas sajadah. 

Mereka Ada Bersama Kita

Mental Illness, Portofolio, Thought

Tulisan ini akan menjadi sangat panjang. Jadi siapkan mental. Jangan malas duluan. In syaa Allaah this is worth to read.

#1

Daun-daun terus berguguran, semakin menumpuk menutupi halaman. Sesekali tetangga-tetangga bantu menyapunya.

Debu-debu juga tak mau kalah, menyelimuti etalase toko depan rumahnya. Jarang sekali pembeli datang jika bukan tanpa keterpaksaan. Uang kembalian bisa sangat lebih atau sangat kurang.

Jangan tanya kondisi di dalam rumah. Hanya dia di sana hidup seorang, meski keluarganya sangat berkecukupan, lebih bahkan. Namun rumahnya selalu sepi, terus sepi.

Tanpa tawa, dia hanya terduduk dengan tatapan hampa.

Mendengar Untuk Belajar

Portofolio

Yow yow all the readers! Kaifa haaluk? Ana bikhayr!

So! One week ago, on friday saya ada bukber SD di SD saya. Berangkat dari Ciputat abis rusuh-rusuh UAS. Biasa, because the traffic was so crowded (rush hour friday on ramadhan bro). So I’m late~ setengah tujuh baru sampai komplek dimana SD saya berada.

Turun dari bus kp Rambutan-Bogor pake kesandung dulu (salah satu kebiasaan saya, kesandung). Then jalan kaki tuh, nah, pas di jembatan masuk komplek, ada dua remaja laki-laki dengan kemeja batik dan peci lagi smoking, dilihat dari postur dan wajahnya nampak bukan orang pulau sini (not rasis yak). Pas saya lewat, macam dilihatin. Terus mereka buang rokok mereka. Actually saya takut, because setelah itu saya merasa mereka mengikuti saya jalan.

Wanita Tangguh

Hope, Message, Portofolio

Aku menunggu, saat-saat dimana kita satu persatu menikah.

Menjadi seorang wanita super dalam segala hal. Melepas kebodohan di masa lampau. Termasuk kebodohan kita hari ini.

Tersanjung dan selalu terpesona pada setiap pagi karena telah ada dia yang akhirnya bisa menghargai mutiara terbaik lautan di tempat dia berlayar. Dia berhasil memilikinya.

Individu sebagai Representasi Kelompok

Opinion, Portofolio, Thought

Opinion of the Day #1

LDK case

Ketika kita maju ke atau berada pada muka publik dalam kehidupan nyata maupun sosial media. Perlu diingat bahwa dalam worldspace dan cyberspace ini kita tidak hanya dilihat sebagai individu, namun, kita juga merupakan representasi dari organisasi yang kita ikuti. Alias,  manusia di luar sana juga akan melihat latar belakang kita saat kita berperilaku di dua dunia tersebut.

Terus kenapa ya?

A Little Letter to My Little Sister

Bilingual, Friendship, Portfolio, Portofolio

UNFINISHED

            I was on the third semester in campus. That means a new college year which was my campus (also my department) got so many freshman. In the middle of the first semester, every department are conducting an activity that we called “Ta’aruf”. It’s a mandatory event for the freshman to know each other from their department better, and my generation was became the committee. This event was held for three days and two nights.